Top

Apa Faktor Kegeniusan Albert Einstein? Ini dia Faktornya| Terraversity Blog

Apa Faktor Kegeniusan Albert Einstein? Ini dia Faktornya| Terraversity Blog

Siapa yang tidak kenal dengan Albert Einstein, Ilmuwan fisika yang mendapatkan nobel karena ilmunya dan telah menemukan teori-teori yang saat kini masih gunakan dalam pelajaran fisika di sekolah. Salah satunya mengenai Teori Relativitas Khusus 

Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Wurttemberg Jerman pada 14 Maret 1879. Selama hidup, Einstein telah menerima gelar doctor kehormatan dalam bidang sains dari Universitas Eropa dan Amerika, selain itu dia juga memperoleh banyak penghargaan sebagai pengakuan atas karyanya yang boombastis.

Albert Einstein

Albert Einstein wafat tahun 1955 tepat di usia 76 tahun. Bertahun-tahun setelah kematiaannya, Kegeniusan Einstein malah menarik para ilmuwan untuk menelitinya. Seorang dokter di rumah sakit tempat Einstein meninggal “Dr. Thomas Harvey” melakukan sebuah penelitian terhadap otak Einstein. Sebenarnya Harvey tidak pernah mendapatkan izin untuk mengeluarkan otak Einstein, tetapi Harvey mengaku telah mendapatkan izin dari anak Einstein untuk mempelajari otaknya.

Dr. Harvey membedah otak Einstein menjadi 240 blok dan menghasilkan 1.000 irisan mikroskopis dari jaringan otak. Harvey mengirim potongan-potongan otak Einstein ke seluruh dunia dan para Ilmuwan yang memeriksa otaknya telah menyimpulkan bahwa otak Einstein itu tidak seperti orang seperti kita.

Albert Einstein

Baca Juga [VIRAL TANAH BERNAPAS ! INI PENJELASAN ILMIAHNYA | TERRAVERSITY BLOG]

Seorang Ilmuwan yang bernama Falk menemukan keajaiban di potongan otak Einstein , karena meskipun ukuran keseluruhan dan bentuk asimetris otak Einstein tergolong normal, tapi prefrontal somatosensori , motor utama, parietal , temporal dan korteks oksipital miliknya sangat luar biasa. Otak Einstein memiliki berat kurang dari otak pria dewasa rata-rata sekitar 12.247 gram dibawah 13,60 gram, wilayah parietal inferior otak 15% lebih besar daripada otak rata-rata orang biasa.

Mungkin keadaan inilah yang membuat Einstein memiliki kemampuan visuospital (kemampuan seseorang untuk memahami konsep melalui representasi visual) dan matematika. Falk mengatakan bahwa Lobus parietal milik pencetus Teori Relativitas ini dalam beberapa bagian “luar biasa asimetris”. Sedangkan somatosensori utama dan korteks motoriknya (daerah yang biasanya mewakili wajah dan lidah) itu “sangat luas di belahan otak kiri.

Nah pertanyaannya? Yang membuat Einstein memiliki kegeniusan itu apa? Apakah memang murni dari segi otaknya atau lingkungan yang membesarkannya. Menurut Galaburda salah satu Ilmuwan yang meneliti Einstein mengatakan bahwa kegeniusan Einstein mungkin karena  beberapa kombinasi otak khusus dan pengaruh lingkungan yang Einstein tinggali.

Falk menyimpulakn otak Einstein terhitung normal yaitu beratnya, ukurannya dan bentuknya, yang tidak biasa adalah kompleksitas dan konvolusi (lipatan cembung di permukaan otak) diberbagai bagian otaknya. Dan menurut penelitian yang menerbitkan jurnal “Brain” edisi 16 November 2012 mengungkapkan bahwa korteks serebral (lapisan tipis berwarna abu-abu) Einstein sangat mencengangkan yaitu terdiri dari 15 – 33 miliar neuron. Mungkin itu juga yang membuat Einstein sangat genius dan menjadi Ilmuwan Fisika yang sangat membanggakan.

Nah, itu dia asal usul kegeniusan Albert Einstein. So, buat sobat Terraversity jika ingin menjadi seperti Einstein harus memilih lingkungan yang bisa membuat kalian lebih cerdas dan genius. Karena selain dari otak kalian, kegeniusan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan yang dia tinggali.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan membuat kamu lebih kenal dengan ilmuwan fisika. Bye

Mega
623 Comments

Post a Comment

Follow us on Instagram